Rabu, 12 November 2014

Paham-paham baru di Dunia


1. Nasionalisme

Nasionalisme adalah suatu sikap politik dan sosial dari kelompok-kelompok suatu bangsa yang mempunyai kesamaan kebudayaan, bahasa dan wilayah serta kesamaan cita-cita dan tujuan, dengan demikian kelompok tersebut merasakan adanya kesetiaan mendalam terhadap kelompok bangsa itu.

Hal-hal pendorong munculnya paham nasionalisme
Adanya campurtangan bangsa lain
Adanya keinginan dan tekad bersama untuk melepaskan diri dari belenggu kekuasaan absolut
Adanya ikatan rasa senasib dan seperjuangan
Bertempat tinggal dalam satu wilayah
2. Liberalisme
Liberalisme adalah suatu paham yang menghendaki adanya kebebasan individu baik dalam kehidupan politik, ekonomi, dan kebudayaan. Paham merkantilisme muncul karena kekuasaan raja sangat mutlak yaitu tidak memberi kebebasan kepada rakyatnya.
Paham Liberal disebarkan ke negara Eropa melalui semboyan "Librty, Egalite, Fraternite" (Kebebasan, persamaan, persaudaraan) Tokoh ekonomi liberal adalah Adam Smith dengan bukunya The Wealth of Nations
Ciri-ciri pokok paham liberalisme yaitu :
*Pelaksanaan sistem demokrasi liberal pada pemerintahan / negara
*Sistem pemerintahan bisa parlemen / presidentil
*Pelaksanaan pemilu bisa bersifat individual atau organisasi
*Hak kepemilikan harta bagi Individu
*Sistem ekonomi ditentukan pasar
Dibidang agama, Liberalisme telah melahirkan bahwa :
*Seseorang memiliki agama yang sesuai
*Seseorang bebas menjalankan agama yang disukai
*Sesorang bisa bebas tidak beragama
3. Sosialisme
Sosialisme adalah suatu paham yang menghendaki segala sesuatu harus diatur bersama, dikerjakan bersama, dan hasilnya pun dinikmati bersama. Sosialisme mula-mula muncul di Prancis sebagai reaksi terhadap paham liberal, kemudian menjalar ke inggris dan akhirnya dikembangkan oleh Karl Marks dan Fredrich Engels. Ajaran karl Marx terkenal dengan Marxisme. Setelah Karl Marx meninggal. Marxisme terpecah menjadi dua aliran yaitu Marxisme revolusioner dan  Marxisme Ortodoks  dengan ciri-ciri sebagai berikut :
Marxisme Ortodoks :
Cara evolusi untuk mencapai tujuan
Milik Perorangan diperbolehkan, Perusahaan penting dikuasai negara
Distribusi barang atas dasar kebutuhan 
 
 Marxisme Revolusioner
 
        *Cara Revolusi untuk mencapai tujuan 
  • Milik perorangan tidak diperkenankan
  • Distribusi dan konsumsu atas dasar kebutuhan
4. Demokrasi
Demokrasi adalah kekuasaan tertinggi berada di tangan rakyat, pemerintahan demokrasi memiliki semboyan bahwa suatu pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat, untuk rakyat. Paham demokrasi bersumber dari ajaran J.J. Rousseau yang tertuang dalam bukunyaDu Contrac Social. Rakyat sebagai suatu bangsa menuntut adanya pembagian kekuasaan politik yang adil, yaitu kekuasaan raja harus dibatasi dengan undang-undang, rakyat harus mempunyai wakil-wakil yang duduk dalam parlemen, maka lahirlah demokrasi.
Prinsip-prinsip demokrasi :
  1. Keterlibatan warga negara dalam politik
  2. Kebebasan atau kemerdekaan tertentu tiap warga negara
  3. Persamaan tertentu tiap warga negara
  4. Sistem perwakilan melalui lembaga perwakilan rakyat
  5. Pemilihan yang didasarkan pada kemenangan Mayoritas..

Kerajaan Hindu Budha di Nusantara

Kerajaan Sriwijaya
Kerajaan Sriwijaya didirikan pada abad ke-7 di Sumatra (kerajaan Buddha). Raja-raja yang memerintah ialah:
* Sri Jayanaga.
* Balaputradewa.
* Sri Sangrawijayatunggawarman.
Guru agama Buddha yang terkenal ialah Sakyakirti
kerajaan sriwijaya merupakan salah satu kerajaan terkuat dan kerajaan terkaya pada jamannya...dan disebut sebagai kerajaan maritim dan mempunyai angkatan laut yang sangat tangguh,sehingga banyak pedagang yang datang ke sriwijaya untuk berdagang,sebab sriwijaya mampu menjaga keamanan daerah perairan disekitarnya
Sebab-sebab keruntuhan Kerajaan Sriwijaya antara lain :
* Serangan raja Colamandaladari India.
* Serangan Raja Kertanegara dari Singasari.
Kerajaan Melayu
Kerajaan Melayu berdiri hampir bersamaan dengan Kerajaan Sriwijaya, tetapi pada tahun 692 kerajaan ini telah dikuasai Sriwijaya.
Kerajaan Mataram Hindu
Kerajaan Mataram Hindu berdiri di Jawa Tengah dengan ibukota Medang Kamulan.
Raja-raja yang memerintah ialah :
* Sarna
* Sanaya yang bergelar Raka Mataram Ratu Sanjaya.
* Rakai Panangkara, yang bergelar Syailendra Sri Mahraja Dyah Pancapana Rakai Panangkarana
Setelah memerintah Rakai Panagkaran, Mataram pecah menjadi dua. Sebagai pemeluk agama Buddha, sebagai pemeluk agama Hinsu. Syailendra Buddha berkuasa di Jawa Tengah Selatan, Syailendara Hindu berkuasa di sekitar pegunungan Dieng. Pada masa pemerintahan Rakai Pikatan, Mataram disatukan kembali
Raja-raja yang selanjutnya ialah :
* Belitung yang bergelar Rakai Watukara.
* Daksa.
* Tulodong
* Wawa
* Mpu Sendok.
Kerajaan Wangsa Isyana
Mpu Sendok memindahkan pusat pemerintahan Syailendra Ke Jawa Timur pada tahun 929, kemudian membentuk wangsa baru, yaitu Wangsa Isyana. Raja-raja yang memerintah :
* Mpu Sendok, bergelar Maharaj Rake Hino Sri Isyana Wikramadharmotunggadewa.
* Sri Isyanatunggawijaya
* Makutawangsawardhana.
* Darmawangsa, bergelar Sri Darmawangsa Teguh Anantawikramatunggadewa.
* Airlangga, bergelar Sri Maharaja Rake Halu Sri Lokeswara Dharmawangsa Airlangga Anantawikramatunggadewa.
Tahun 1401 kerajaan kahuripan di bagi menjadi dua 2 (tugas pembagian di serahkan kepada Mpu Bharada), yaitu :
* Janggala dengan ibukota Kahuripan.
* Panjalu atau Kediri, dengan ibukota di Daha.
Kerajaan Kediri
Kerajaan Janggala di perintah oleh Raja Mapanji Garakasan. Kerajaan Kediri di perintah oleh raja Sri Samarawijaya.
Perebut kekuasaan antara jenggala dan kediri berlangsung sampai tahun1520. Selanjutnya selama kurang lebih setengah abad ke dua kerajaan tersebut tidak disebut-sebut lagi dalam sejarah.
Tahun 117 kerajaan ini tampil lagi dengan rajanya :
* Sri Maharaja Rakai Sirikan Sri Kameswara.
* Jaya baya, bergelar Sri Maharaja Sang Mapanji jaya Jayabaya
Pada masa itu, kitab Baharata Yudha di gubah oleh Mpu sedihdan di lanjutkan Mpu Panuluh (Mpu Sedah meninggalkan sebelum kitabnya selesai)
* Mpu Penuluh juga menulis buku Hariwangsa dan Gatutkacasraya.
* Sri Aryeswara.
* Kameswara, bergelar Sri Maharaja Sri Kameswara Triwikramawarata.
Pujangga yang terkenal pada masa itu adalah :
* Mpu Tanakung, karyanya Werasancaya dan Lubdaka.
* Mpu Darmaja, karyanya Smaradhahana.
Kerajaan Kediri runtuh pada tahun 1222, karena ditaklukkan oleh Ken Arok.
Kerajaan Bali
A. Raja-raja Wangsa Warmadewa
Salah satu wangsa terkenal yang memerintah di bali ialah wangsa Warmadewa.
Raja yang terkenal ialah :
* Sri Candrabhaysingka Warmadewa.
* Udayana, bergelar Dhamodayana Warmadewa.
Udayana, berputar tiga orang yaitu :
* Airlangga, yang menjadi menantu Raja Dharmawangsa, dan kemudian menjadi raja Kahuripan (kerajaan wangsa Isyana).
* Marataka, yang menggantikan Udayana (tetapi tidak terkenal).
* Anak Wungsu, yang menggantikan tahta Marataka tahun 1049.
* Dari pemerintahan Anak Wungsu di tinggalkan 28 buah prasasti Singkat, yang antara lain di temukan di goa Gajah, Gunung Kawi (Tampak Siring), Gunung Panulisan, dan Sangit.
B. Raja-Raja Lain di Bali
Sesudah pemerintahan wangsa Warmadewa, Pulau Bali di perintah oleh raja-raja lain yang
Berganti-ganti, yang terkenal di antaranya :
* Jayasakti, mempunyai kitab undang-undang yaitu uttara Widhi Balawan dan Rajawacana (1133 – 1150).
* Jayapangus, menggunakan kitab undang-undang Manawasasa nadharma (117 – 1181).
* Tahu 1284 Kerajaan Bali di taklukan oleh Kertanegara dari Singa-sari.
Kerajaan Singasari
Riwayat dan pemerintahan Ken Arok serta raja-raja Singasari terdapat dalam buku Pararaton dan negara kertagama. Raja-raja yang memerintah ialah :
1) Ken Arok.
Ken Arok menjadi raja Singasari setelah membunuh Tumapel Tunggul Ametung dan menaklukkan Kerajaan Kediri tahun 1222 di Ganter. Ken Arok sebagai pendiri dan raja pertama di Singasari yang bergelar Sri Ranggah Rajasa Sang Amurwabhumi, kemudian keturunannya terkenal dengan sebutan wangsa Rajasa.
2) Anusapati (anak Tunggul Ametung - Ken Dedes).
Anusapati menjadi raja Setelah membunuh Ken Arok (ayah tirinya), dengan menyuruh seorang pengalasan (budak).
3) Tohjaya (anak Ken Arok - Ken Umang).
Tohjaya menjadi raja setelah membunuh Anusapati. Tahun 1248 timbul pemberontakan yang dilancarkan oleh :
* Ranggawuni (anak Anusapati).
* Mahisa Campaka (anak Mahisa Wongaleleng atau cucu Ken Arok dan Ken dedes)
4) Ranggawuni.
Bergelar Sri Jaya Wisnuwardhana 1248 - 1268. Wisnuwardhana memerintah Singasari bersama-sama Mahisa Cempaka sebagai Ratu Anggabaya, yaitu pejabat tinggi yang bertugas menanggulangi bahaya yang mengancam kerajaan, gelarnya Narasinghamurti.
5) Kertanegara.
Bergelar Srimaharajadhiraja Sri Kartanegara (1269 – I292), merupakan raja Singasari yang terbesar. Tahun 1275 dikirimnya ekspedisi Pamalayu.
daerah yang ditaklukkannya antara lain Bali, Pahang, Sunda, Bakulapura (Kalimantan Barat Daya) dan Gurun (Maluku) serta mengadakan hubungan persahabatan dengan Jaya Singawarman - Raja Campa. Tahun 1292 di taklukan oleh Jayakatwang dari Kediri.

Selasa, 04 November 2014

Kerajaan-kerajaan besar di Indonesia pada masa kekuasaan Hindu-Budha

a. Pendahuluan
kerajaan bercorak Hindu-Budha di nusantara merupakan bentuk kelembagaan baru yang dipengaruhi oleh kebudayaan dari India. berdasarkan beberapa bukti arkeologis dan sejarah yang ada, bentuk kerajaan yang terdapat di Nusantara mempunyai landasan yang bersifat keagamaan yang ebrcorak Hindu dan Budha.    kerajaan-kerajaan ini muncul sejak awal abad ke-5 hingga menjelang akhir abad ke 16. Pengaruh tersebut datang ke Nusantara melalui beberapa teori, yaitu teori Brahmana, teori Ksatria, Teori Waisya, dan teori Sudra. kemudian muncul pula teori yaitu Arus balik. Pada masa perkembangannya kerajaan-kerajaan ini dilakukan dengan pembangunan candi-candi dan pembuatan arca kedewataan sebagai sarana peribadatan, dan mewariskan budaya berupa prasasti dan naskah-naskah kuno.
kerajaan-kerajaan besar tersebut antara lain adalah
1. kerajaan Kutai
kerajaan kutai merupakan kerajaan Hindu tertua di Nusantara yang terletak di Kutai Kalimantan Timur. hal ini dibuktikan dengan adanya prasasti yupa dengan bertuliskan huruf pallawa dan bahasa sanksekerta.prasasti ini diperkirakan berasal dari abad ke-5 masehi.
secara umum prasasti tersebut berisi tentang raja Mulawarman, anak Aswawarman dan cucu Sri Maharaja Kudungga yang memerintahkan penyelenggaraan upacara keagamaan bercorak Hindu dan memberikan sedekah untuk para Brahmana.
tumbuh kembang dari kerajaan tersebut tidak diketahui dengan pasti karena kurangnya sumber.
2. kerajaan Tarumanegara
kerajaan ini terletak di Jawa bagian Barat. kerajaan ini meninggalkan tujuh buah prasasti batu yang berbahasa sanksekerta dengan huruf pallawa, yaitu :
a. prasasti tugu
b. prasasti pasir awi
c. prasasti ciaruteun
d. prasasti kebon kopi
e. prasasti jambu
f. prasasti muara cianten
g. prasasti cidanghyang
dari kelima prasasti tersebut hanya 5 prasasti yang dapat dibaca, karena pada prasasti muara cianten dan prasasti pasir awi tidak berupa tulisan melainkan hanya berupa gambar.
dari prasasti tersebut diketahui adanya kerajaan Tarumanegaradengan raja yang bernama raja Purnawarman dan beragama Hindu.
pada prasasti tugu disebutkan adanya pembuatan kanal untuk mengalirkan air dari sungai Candrabaga dan sungai Gomati ke laut, serta pembuatan kanal-kanal untuk irigasi dan penanggulangan banjir. hal ini terjadi pada jaman pemerintahan raja Purnawarman.
menjelang akhir abad ke 7 tarumanegara mendapat invasi dari kerajaan Sriwijaya sehingga terjadi perubahan dari agama Hindu ke agama Budha Mahayana. hal ini terdapat pada prasasti kota kapur, Bangka, oleh Sriwijaya pada tahun 608 saka (686 Masehi) dituliskan pula bahwa "Sriwijaya sangat berkeinginan menaklukan Bhumijawa (Tarumanegara) yang tidak tunduk pada Sriwijaya. Invasi Sriwijaya ke Tarumanegara telah membawa pengaruh dalam persebaran agama Budha Mahayana dan gaya kesenian dari Nalanda yang diterapkan di kompleks percandian Batujaya.

Untukkerajaan Sriwijaya akan dilanjut dinpertemuan yang akan datang !
sumber. Djafar Hasan, Dr.(2014) Kerajaan-kerajaan Besar Indonesia pada masa kekuasaan Hindu-Budha, Bahan ajar worshop kesejarahan Guru sejarah mata pelajaran sejarah (peminatan ilmu-ilmu sosial) SMAkelas XI. Jakarta, Direktorat Sejarah dan Nilai Budaya, Direktorat Jendral Kebudayaan, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan.